Why Boy and Girl can’t be Friends
Dulu waktu masih kecil temanku lumayan banyak, entah itu anak perempuan atau anak laki-laki. Beda banget sama sekarang, jumlah temanku menyusut, hehe =D. Tapi nggak masalah bagiku. Cuma rasanya ada yang sedikit berbeda dari teman=temanku waktu masih kecil dulu sama sekarang. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga jenisnya! Maksudku, kalau sekarang teman-temanku kebanyakan cewek, nah kalau dulu lumayan seimbang, cewek maupun cowok.Mungkin karena waktu itu aku cuma anak kecil yang tahunya ingin main terus dan nggak peduli berteman dengan siapa saja. Mau cewek atau cowok, kaya atau miskin, cantik atau nggak, ganteng atau nggak, yang penting baik, pasti jadi temanku.
Tapi itu semua bisa bertahan cuma sampai SMP, semenjak SMA apalagi kuliah hancur semua!!! Hhh.. kenapa ya? Tapi memang begitu kenyataannya... Ada yang bilang kalau cewek dan cowok itu pada dasarnya nggak bisa berteman. Apa benar begitu? Apa yang terjadi padaku sekarang itu sesuai dengan teori itu? Kok bisa ? Waktu SMP aja teman cowokku banyak. Tapi mereka termasuk cowok-cowok yang geje, agak kekanak-kanakan gitu lho. Yah namanya juga anak SMP. Paling yang diomongin ya sepakbola, film, komik, atau anime, juga joke-joke lucu. Dan hebatnya aku lumayan nyambung sama topik-topik itu. Jadi kita lumayan akrab.
Ada catatan penting. Aku nggak pernah cinlok dengan teman cowokku, karena cowok yang aku sukai pasti bukan temanku. Walaupun aku akrab dengan mereka aku nggak pernah memiliki rasa yang ‘lain’ itu.
Tapi harus kuakui diantara mereka ternyata ada yang menyukai aku. Bukan GR, tapi memang begitu. Dasar anak kecil, waktu itu aku nggak sadar sama sekali. Aku ingat banget saat jalan di lorong sekolah beberapa menit sebelum UAS dimulai.
Salah satu teman cowokku yang bawa sepeda pancal (karena belum musim sepeda motor) berjalan lambat di sebelahku sambil menyapa,”Kamu ujiannya di mana?” katanya sambil tersenyum. Ih, tumben nih orang kayak gitu, pikirku. “Di sana,” aku menunjuk ke arah kelas dengan cueknya. Iya. Temanku pernah bilang kalau cowok yang bersepeda itu suka aku. Tapi nggak ada kelanjutan di antara kami. Aku nggak peduli juga dia ada di mana, bahkan sudah lupa wajahnya. Tapi yang jelas gara-gara itu aku agak menghindar dari dia.
Dan waktu SMA aku sudah nggak akrab dengan teman cowok lagi. Rasanya di antara kami nggak ada yang nyambung biarpun sama-sama suka anime atau komik. Saat itu aku baru sadar kalau aku dan cowok-cowok itu berbeda. Kupikir nggak akan pernah lagi ada persahabatan di antara aku dan anak laki-laki. Setahun kemudian aku pikir itu berubah. Ternyata aku masih bisa punya teman cowok, kami sebenarnya nggak terlalu dekat, tapi sering saling membantu dan hubungan kami cukup menyenangkan. Agak aneh memang kok dia sering perhatian?
Dan teman cewekku bilang dengan jelas,” Dia itu suka sama kamu!”
“Ah, nggak mungkin laah..” jawabku santai. Ya, nggak mungkin. Aku yakin.
Lama-kelamaan aku merasa teman cewekku itu ada benarnya. Ada yang berbeda dengan ‘orang’ ini yang begitu perhatian padaku. Setelah kuingat-ingat, dari dulu sampai sekarang, nggak ada kan teman cowokku yang seperhatian itu ke aku, yang bersedia siap untukku 25 jam sehari, yang bersedia dihubungi kalau ada masalah, yang senyum atau ketawa sendiri di sebelahku padahal aku diam? Teman dekatku yang lain, yang sahabat ‘orang’ ini akhirnya membocorkan rahasia umum yang sudah diketahui 80% teman sekelas, katanya,”Dia suka sama kamu, kamu suka nggak sama dia?”
“Hah? Nggak sih...” jahat banget ya jawabanku.
Aku agak alergi sama masalah beginian. Sampai sekarang belum ada obatnya. Gara-gara itu juga aku jadi menghindari dia, jadi super jutek ke dia padahal awalnya biasa aja. Mungkin lama-lama dia juga tahu kalau aku nggak ada rasa ke dia, dan akhirnya ya sudah, pertemanan kami renggang, sampai cerita ini ditulis, hubungan kami tetap aneh. Menyapa di facebook, tapi seperti bermusuhan di dunia nyata. Aku tahu soal ‘itu’, tapi pura-pura nggak tahu aja di depan dia. Mungkin juga dia sebenarnya tahu lah. Dia nggak bodoh.
Oh God. Kadang aku ngerasa bersalah. Dan harus kuakui bahwa teori itu benar. Bahwa cewek dan cowok itu ‘pada dasarnya’ nggak bisa berteman. Girl and boy can’t be friends. Haha. Semoga nggak ada yang baca cerita aneh ini. =D good night everybody...

No comments:
Post a Comment